Praktek Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Manado Dimulai di Desa Tumbohan dan Warisa, Dukung Keperawatan Keluarga dan Komunitas

jurkeppolkesdo.my.id! Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan resmi melaksanakan pembukaan kegiatan Praktek Profesi Keperawatan Keluarga dan Keperawatan Komunitas pada 4 Mei 2026 yang bertempat di gedung desa. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan praktik lapangan yang akan berlangsung selama satu bulan penuh di dua wilayah, yakni Desa Tumbohan dan Desa Warisa yang berada di Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme, dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan akademisi. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Talawaan, Sekretaris Camat, serta Hukum Tua Desa Tumbohan dan Hukum Tua Desa Warisa, bersama perangkat desa lainnya. Dari pihak institusi pendidikan, turut hadir Sekretaris Jurusan Keperawatan Maikel Killing, S.Pd, S.Kep, Ns, M.Kep yang mewakili Ketua Jurusan Keperawatan, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Sisfiani Sarimin,S.SiT, S.Kep, M.Kep, Ns. Sp.Kep.An, para dosen pembimbing, serta mahasiswa profesi ners yang akan menjalani praktik di lapangan.

Suasana pembukaan mencerminkan kuatnya sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah kecamatan serta desa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kehadiran Camat Talawaan beserta jajaran pemerintah kecamatan menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Praktek Profesi Ners sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis keluarga dan komunitas di wilayah Minahasa Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Maikel Killing menyampaikan bahwa pelaksanaan Praktek Profesi Keperawatan Keluarga dan Keperawatan Komunitas merupakan bagian penting dari proses pendidikan profesi yang bertujuan membentuk tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, serta memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan ilmu akademik dengan realitas lapangan, terutama dalam memberikan asuhan keperawatan yang berorientasi pada keluarga dan komunitas.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan ini menitikberatkan pada pendekatan promotif, preventif, edukatif, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta penguatan kemampuan keluarga dalam mengelola masalah kesehatan secara mandiri. Praktik ini juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang mempertemukan mahasiswa dengan dinamika sosial dan budaya masyarakat pedesaan secara langsung.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Sisfiani, turut menekankan bahwa Praktek Profesi Ners merupakan implementasi pembelajaran berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pendidikan kesehatan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari kemampuan komunikasi terapeutik, empati, serta keterampilan melakukan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah desa yang diwakili oleh Hukum Tua Desa Tumbohan dan Hukum Tua Desa Warisa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran mahasiswa profesi ners akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya dalam aspek edukasi dan pendampingan keluarga. Kolaborasi antara kampus, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan di wilayah Talawaan.

Camat Talawaan bersama Sekretaris Camat juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan berharap agar program praktik profesi dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi masyarakat di kedua desa lokasi praktik. Sinergi ini diharapkan menjadi model kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat kecamatan.

Selama satu bulan pelaksanaan, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas seperti pengkajian kesehatan keluarga, penyuluhan kesehatan, pendampingan kelompok masyarakat, hingga evaluasi intervensi keperawatan. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk kompetensi profesional mahasiswa secara holistik, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Tumbohan dan Desa Warisa.

Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Manado kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan perawat yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Harapannya, pengalaman praktik di Desa Tumbohan dan Desa Warisa dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat dengan tagline “Smart Campus to Drive Innovation”. (Press Jurkep Polkesdo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *