Kolaborasi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Minahasa
jurkeppolkesdo.my.id! Program Studi Sarjana Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado resmi melaksanakan kegiatan Praktik Klinik Keperawatan Keluarga dan Komunitas bagi mahasiswa tingkat III kelas A, B, dan C pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan pembukaan dilaksanakan di balai desa dan menjadi awal pelaksanaan praktik lapangan mahasiswa di Desa Kalasey Satu dan Desa Kalasey Dua, Kabupaten Minahasa, yang akan berlangsung selama tiga minggu.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses pendidikan profesi keperawatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan keluarga dan komunitas secara komprehensif melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di masyarakat.
Acara pembukaan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa yang mewakili Hukum Tua, Kepala Puskesmas Tateli, para pembimbing klinik dari puskesmas, perangkat desa termasuk para kepala jaga, serta masyarakat setempat yang menyambut baik pelaksanaan praktik mahasiswa di wilayah mereka.
Dari pihak institusi pendidikan, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, Bapak Semuel Tambuwun, SKM.,M.Kes, para dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta praktik klinik.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Keperawatan menyampaikan bahwa praktik klinik keperawatan keluarga dan komunitas merupakan sarana pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara nyata sekaligus mengembangkan kemampuan profesional di lapangan.
“Pengalaman praktik lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa keperawatan. Mahasiswa tidak hanya belajar memberikan asuhan keperawatan, tetapi juga belajar berkomunikasi, berkolaborasi, serta memahami kebutuhan kesehatan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, humanis, dan adaptif terhadap tantangan pelayanan kesehatan di komunitas,” ujar Bapak Semuel Tambuwun.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa dalam mendukung keberhasilan program kesehatan masyarakat. Menurutnya, praktik komunitas tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai peserta didik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan di tingkat desa.
Selama pelaksanaan praktik, mahasiswa akan melakukan berbagai kegiatan keperawatan komunitas, mulai dari pengkajian kesehatan keluarga, edukasi kesehatan, pendampingan kelompok masyarakat, hingga pelaksanaan intervensi keperawatan berbasis kebutuhan masyarakat setempat. Mahasiswa juga akan terlibat dalam kegiatan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Kepala Puskesmas Tateli dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan praktik klinik yang melibatkan mahasiswa keperawatan di wilayah kerja puskesmas. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat dapat menjadi energi positif dalam memperkuat edukasi kesehatan dan pelayanan berbasis komunitas.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa praktik di Desa Kalasey Satu dan Kalasey Dua. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat serta mendukung program-program kesehatan yang sedang dijalankan puskesmas,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak pemerintah desa juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah desa dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Pelaksanaan Praktik Klinik Keperawatan Keluarga dan Komunitas ini menjadi wujud implementasi pembelajaran berbasis pengalaman langsung atau experiential learning yang selama ini dikembangkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan klinik, serta nilai-nilai empati dan kepedulian sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain menjadi media pembelajaran, kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer yang berfokus pada pendekatan keluarga dan komunitas. Melalui keterlibatan aktif mahasiswa, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup.
Dengan dimulainya kegiatan praktik klinik ini, mahasiswa Sarjana Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik secara optimal, sekaligus menjadi agen perubahan kesehatan di tengah masyarakat.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama antara pihak institusi, pemerintah desa, tenaga kesehatan puskesmas, dan mahasiswa peserta praktik sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan. Smart Campus to Drive Innovation. (Press Jurkep Polkesdo)


