MANADO,,,Poltekkes Kemenkes Manado menggelar kegiatan GEMA (Gerakan Maju Bersama) bertema “Berkendaraan dengan Aman” secara serempak di dua lokasi kampus, Jumat (6/2). Kegiatan edukatif yang dilaksanakan secara outdoor ini menghadirkan narasumber dari Polresta Manado dan diikuti ratusan mahasiswa lintas jurusan sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus C Perkamil dan Kampus A dengan pembagian waktu yang berbeda. Di Kampus C Perkamil, kegiatan berlangsung pukul 08.00–10.00 WITA dan diikuti mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan, Farmasi, serta Teknik Laboratorium Medik. Sementara itu, di Kampus A, kegiatan digelar pukul 10.00–12.00 WITA dengan peserta dari Jurusan Kesehatan Gigi, Keperawatan, Kebidanan, dan Gizi.
Penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa GEMA kepada Press Jurkep, ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, tetapi juga pada kesadaran sosial dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan. “Mahasiswa adalah kelompok usia produktif yang rentan terhadap risiko kecelakaan lalu lintas. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan budaya tertib dan aman berkendara sejak dini,” ujarnya.
Narasumber dari perwakilan dari Polresta Manado, dalam pemaparannya, menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas sebagai bentuk perlindungan diri dan orang lain. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga konsekuensi hukum bagi pelanggar aturan.
“Kecelakaan lalu lintas sebagian besar diawali oleh pelanggaran sederhana, seperti tidak memakai helm atau melawan arus. Kesadaran dan kedisiplinan adalah kunci utama. Kami berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing,” kata narasumber dari Polresta Manado dalam sesi penyuluhan di Kampus A.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi singkat mengenai posisi berkendara yang benar dan diskusi interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait aturan lalu lintas, prosedur tilang, serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kecelakaan di jalan raya.
Menurut penanggung jawab, pemilihan konsep outdoor bertujuan menciptakan suasana yang lebih dinamis dan interaktif. Dengan suasana terbuka, mahasiswa diharapkan lebih aktif berpartisipasi dan mudah memahami materi yang disampaikan.
Sejumlah mahasiswa mengaku kegiatan tersebut lebih mengena serta tepat sasaran dengan melihat beberapa kasus yang terjadi pada beberapa teman mahasiswa yang meninggal karena akibat kecelakaan sepeda motor, dan disini juga memberikan wawasan baru khususnya terkait aspek hukum dan keselamatan yang sering kali diabaikan. “Selama ini kami mungkin merasa sudah cukup aman, tetapi ternyata masih banyak kebiasaan kecil yang berisiko. Kegiatan ini mengingatkan kami untuk lebih disiplin,” ujar salah satu peserta dari Jurusan Keperawatan.
Secara umum, kegiatan GEMA 2026 ini menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama sebagai pengguna jalan. Mahasiswa sebagai generasi terdidik diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
Pihak kampus juga menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan kepolisian dan instansi terkait dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif serupa. Edukasi keselamatan berkendara dinilai relevan dengan peran mahasiswa kesehatan yang kelak akan terjun langsung ke masyarakat, termasuk dalam aspek promotif dan preventif.
Dengan terselenggaranya GEMA bertema “Berkendaraan dengan Aman”, Poltekkes Kemenkes Manado berharap tercipta lingkungan kampus yang lebih sadar keselamatan serta berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan usia muda. (Press Jurkep)










