Jurusan Keperawatan Poltekkes Manado Perkuat Budaya Kerja Berbasis Kinerja

Manado,,,,Jurusan Keperawatan menggelar rapat internal untuk sosialisasi dan menetapkan kontrak Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026, Senin (9/2/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Jurusan Keperawatan itu dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Keperawatan Semuel Tambuwun, SKM.,M.Kes dan dipandu Sekretaris Jurusan Keperawatan Ns. Maykel A. Kiling, S.Pd,S.Kep,M.Kep, dengan melibatkan pengelola jurusan, dosen, serta tenaga kependidikan.

Rapat tersebut difokuskan pada penyelarasan target kinerja individu dan unit kerja dengan arah kebijakan serta target institusi tahun 2026. Penyusunan SKP menjadi agenda utama sebagai instrumen perencanaan sekaligus pengendalian kinerja aparatur di lingkungan jurusan.

Ketua Jurusan Keperawatan Semuel Tambuwun, SKM.,M.Kes dalam arahannya menegaskan bahwa SKP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen profesional yang menjadi dasar pengukuran capaian kinerja secara terstruktur dan akuntabel.

“SKP adalah kontrak kerja yang harus disusun secara realistis, terukur, dan selaras dengan target institusi. Apa yang kita rencanakan hari ini akan menentukan kualitas capaian jurusan pada akhir tahun 2026,” ujarnya di hadapan peserta rapat.

Menurutnya, target kinerja jurusan merupakan turunan langsung dari target institusi yang disusun secara berjenjang dari tingkat pusat hingga unit pelaksana teknis. Dengan demikian, setiap indikator yang dirumuskan di tingkat jurusan harus mengacu pada prioritas strategis institusi.

Dalam pembahasan, sejumlah target kinerja yang harus dicapai pada 2026 dipetakan secara rinci. Pengelola jurusan diarahkan untuk memperkuat tata kelola akademik, pengembangan kurikulum, serta peningkatan mutu layanan pendidikan. Sementara itu, dosen didorong untuk meningkatkan kinerja tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Tenaga kependidikan juga diberikan target yang terukur dalam mendukung layanan administrasi, akademik, dan penjaminan mutu.

Sekretaris Jurusan Keperawatan Ns. Maykel A. Kiling, S.Pd,S.Kep,M.Kep yang memandu jalannya rapat menekankan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan individu dengan rencana operasional jurusan. Setiap indikator kinerja dibahas secara detail, mulai dari relevansi, kelayakan capaian, hingga mekanisme evaluasi berkala.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa capaian di tingkat jurusan akan berkontribusi langsung terhadap capaian institusi secara keseluruhan. Pola ini mencerminkan mekanisme kerja dua arah, yakni target institusi yang diturunkan ke jurusan (top-down) serta capaian jurusan yang menopang kinerja institusi (bottom-up).

Tambuwun menambahkan, penyusunan SKP harus didasarkan pada prinsip akuntabilitas dan transparansi. “Kita ingin memastikan bahwa setiap program dan kegiatan memiliki indikator yang jelas, target waktu yang pasti, serta ukuran keberhasilan yang objektif. Dengan begitu, evaluasi di akhir tahun dapat dilakukan secara terukur,” katanya.

Rapat yang berlangsung selama satu jam itu juga menjadi forum penyamaan persepsi di antara seluruh unsur jurusan. Diskusi dilakukan secara terbuka untuk memastikan tidak ada perbedaan pemahaman terkait beban kerja, prioritas program, maupun indikator penilaian.

Selain itu, penyusunan kontrak SKP Tahun 2026 dipandang sebagai langkah awal dalam membangun budaya kerja yang berbasis kinerja (performance-based culture). Melalui perencanaan yang sistematis, jurusan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, meminimalkan tumpang tindih kegiatan, serta memperkuat koordinasi internal.

Dalam konteks tata kelola akademik, SKP juga menjadi instrumen penting untuk mendukung sistem penjaminan mutu internal. Setiap capaian individu dan unit kerja akan terdokumentasi dengan baik dan dapat dijadikan bahan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan.

Ketua Jurusan menegaskan bahwa komitmen kolektif menjadi kunci keberhasilan pencapaian target 2026. “Keberhasilan jurusan bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi hasil kerja bersama. Sinergi antara pengelola, dosen, dan tenaga kependidikan harus terus diperkuat agar seluruh target yang telah disepakati dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan tinggi kesehatan ke depan menuntut adaptasi dan inovasi berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap target yang disusun perlu mempertimbangkan dinamika regulasi, kebutuhan layanan kesehatan, serta tuntutan mutu lulusan.

Rapat internal tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk segera memfinalisasi dokumen kontrak SKP masing-masing unsur, sesuai dengan hasil pembahasan dan arahan pimpinan. Dokumen yang telah disusun selanjutnya akan menjadi acuan pelaksanaan program kerja sepanjang Tahun 2026, sekaligus dasar evaluasi kinerja secara periodik.

Dengan penyusunan SKP yang terencana dan terukur, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado menegaskan komitmennya dalam memperkuat akuntabilitas, meningkatkan profesionalisme, serta mendukung pencapaian target institusi secara berkelanjutan. (Press Jurkep).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *