A. Latar Belakang dan Konteks Pengembangan

Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado merupakan unit akademik yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga keperawatan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing. Keberadaan jurusan ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam penguatan sistem kesehatan melalui peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan. Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, perawat tidak hanya berperan sebagai pelaksana asuhan keperawatan, tetapi juga sebagai edukator, advokat pasien, kolaborator interprofesional, serta agen perubahan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan pendidikan keperawatan yang bermutu menjadi kebutuhan fundamental dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional.

Sejak awal pendiriannya, pengembangan Jurusan Keperawatan didasarkan pada analisis kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang kompleks, terdiri atas wilayah kepulauan, pesisir, dan daerah terpencil, sehingga membutuhkan tenaga keperawatan yang adaptif, tangguh, dan memiliki kompetensi pelayanan kesehatan komunitas. Peningkatan jumlah penduduk, dinamika epidemiologi, pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, serta meningkatnya tuntutan mutu pelayanan kesehatan menjadi dasar utama penguatan kapasitas institusi pendidikan keperawatan secara berkelanjutan.

Selain faktor demografis dan epidemiologis, perkembangan kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi dan kesehatan turut memengaruhi arah pengembangan jurusan. Implementasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, serta penguatan sistem penjaminan mutu menjadi landasan dalam perumusan kebijakan akademik dan tata kelola institusi. Jurusan Keperawatan secara konsisten melakukan penyesuaian kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi agar selaras dengan tuntutan regulasi serta kebutuhan dunia kerja.

Dalam konteks global, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan praktik keperawatan berbasis bukti turut mendorong transformasi pendidikan keperawatan. Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado merespons dinamika tersebut melalui penguatan pembelajaran berbasis teknologi, penerapan pendekatan Outcome-Based Education, serta integrasi riset terapan dalam proses pembelajaran. Upaya ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan klinik yang unggul, serta etika profesi yang kuat.

Pengembangan jurusan juga diarahkan pada penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan, organisasi profesi, dan institusi pendidikan lainnya. Kerja sama ini menjadi sarana untuk memastikan relevansi kurikulum, peningkatan kualitas praktik klinik, serta perluasan kesempatan pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, jurusan mampu membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan mempertimbangkan aspek historis, kebijakan, sosial, dan perkembangan global, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado terus mengembangkan diri sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan keberlanjutan. Latar belakang dan konteks pengembangan ini menjadi fondasi utama dalam merumuskan visi, misi, strategi, serta program kerja jurusan dalam rangka mewujudkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

B. Fase Pendirian Akademi Keperawatan (1983–2000)

Cikal bakal Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado berawal dari pendirian Akademi Keperawatan pada tanggal 2 September 1983. Pendirian akademi ini merupakan respons strategis pemerintah terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga perawat yang memiliki kompetensi akademik dan keterampilan klinik sesuai dengan standar nasional. Pada masa tersebut, ketersediaan tenaga kesehatan yang terlatih secara profesional masih terbatas, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga diperlukan institusi pendidikan yang mampu menjamin kualitas lulusan secara berkelanjutan.

Pada tahap awal operasional, Akademi Keperawatan menyelenggarakan Program Diploma Tiga Keperawatan sebagai program utama. Kurikulum dirancang berdasarkan standar pendidikan tenaga kesehatan yang berlaku, dengan penekanan pada keseimbangan antara penguasaan teori, keterampilan praktik, dan pembentukan sikap profesional. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kombinasi perkuliahan, praktikum laboratorium, serta praktik klinik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Pengelolaan akademi pada masa perintisan dilakukan dengan pendekatan manajemen yang sederhana namun berorientasi pada mutu. Meskipun menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia, akademi mampu menjaga keberlangsungan proses pendidikan melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia. Dukungan dari pemerintah daerah, institusi pelayanan kesehatan, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat eksistensi akademi.

Dalam kurun waktu 1983–2000, Akademi Keperawatan berhasil menghasilkan lulusan yang terserap secara luas di berbagai fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan relevansi program pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja serta efektivitas proses pembelajaran yang diterapkan. Capaian tersebut menjadi fondasi kelembagaan yang kuat bagi pengembangan institusi pada tahap selanjutnya.

C. Integrasi ke Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado (2001)

Seiring dengan upaya pemerintah dalam melakukan reformasi sistem pendidikan tenaga kesehatan, diterapkan kebijakan integrasi berbagai akademi kesehatan ke dalam struktur Politeknik Kesehatan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan, konsistensi mutu, serta daya saing institusi pendidikan tinggi kesehatan.

Implementasi kebijakan tersebut di Manado diwujudkan melalui penggabungan Akademi Keperawatan dan beberapa akademi kesehatan lainnya ke dalam Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado pada tanggal 20 April 2001. Melalui proses ini, Akademi Keperawatan bertransformasi menjadi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado.

Integrasi kelembagaan ini membawa perubahan signifikan dalam sistem tata kelola institusi. Struktur organisasi menjadi lebih terstandar, sistem administrasi akademik semakin terintegrasi, serta mekanisme perencanaan dan evaluasi program menjadi lebih sistematis. Selain itu, akses terhadap sumber daya institusional, termasuk pendanaan, pengembangan dosen, dan fasilitas pembelajaran, semakin meningkat.

Dalam konteks penjaminan mutu, integrasi ini memungkinkan penerapan sistem evaluasi akademik yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Jurusan Keperawatan mulai mengembangkan instrumen monitoring dan evaluasi pembelajaran, sistem pelaporan kinerja, serta mekanisme tindak lanjut hasil evaluasi sebagai bagian dari budaya mutu institusi.

D. Pengembangan Program Studi dan Diversifikasi Akademik

Pasca-integrasi, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado secara bertahap melakukan pengembangan program studi sebagai respons terhadap dinamika kebutuhan tenaga kesehatan dan tuntutan profesionalisme perawat. Strategi diversifikasi akademik diarahkan untuk membangun jalur pendidikan keperawatan yang berkesinambungan dari jenjang diploma hingga profesi.

Program Diploma Tiga Keperawatan tetap menjadi fondasi utama penyelenggaraan pendidikan. Program ini terus mengalami pembaruan kurikulum sesuai dengan perkembangan standar kompetensi nasional dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Penguatan praktik klinik, pembelajaran berbasis kasus, serta integrasi teknologi informasi menjadi fokus utama dalam pengembangan program.

Sebagai bentuk peningkatan kualifikasi akademik, Jurusan Keperawatan membuka Program Sarjana Terapan Keperawatan. Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan analitis, kepemimpinan, dan manajerial yang lebih kuat. Kurikulum dikembangkan berbasis Outcome-Based Education dengan menekankan pencapaian capaian pembelajaran lulusan secara terukur.

Selanjutnya, Program Pendidikan Profesi Ners dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat profesional yang memiliki kewenangan praktik mandiri. Program ini mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik klinik intensif di berbagai wahana pelayanan kesehatan. Mahasiswa dibekali dengan kompetensi etik, legal, dan profesional sebagai dasar praktik keperawatan yang bertanggung jawab.

Dalam rangka mendukung pendekatan promotif dan preventif, Jurusan Keperawatan juga membuka Program Sarjana Terapan Promosi Kesehatan. Program ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu merancang dan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat, komunikasi kesehatan, serta intervensi perilaku sehat berbasis komunitas.

Pengembangan keempat program studi tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dalam kerangka sistem pendidikan berkelanjutan, sehingga mendukung pembentukan tenaga kesehatan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing.

E. Capaian Akreditasi dan Sistem Penjaminan Mutu

Dalam rangka menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan, Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten dan terintegrasi. SPMI dilaksanakan melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) pada seluruh aspek tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penetapan standar mutu dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi, standar profesi, serta kebijakan internal institusi. Pelaksanaan standar diwujudkan melalui implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran, sistem pembelajaran terstruktur, serta evaluasi akademik yang komprehensif. Evaluasi mutu dilakukan secara periodik melalui audit mutu internal, monitoring dan evaluasi pembelajaran, tracer study, survei kepuasan pengguna lulusan, serta evaluasi kinerja dosen dan tenaga kependidikan.

Hasil evaluasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam pengendalian dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Tindak lanjut dilakukan melalui penyusunan rencana perbaikan, penguatan kapasitas sumber daya, serta pembaruan kebijakan akademik. Implementasi sistem penjaminan mutu yang konsisten telah mendorong tercapainya peningkatan kinerja institusi secara signifikan.

Sebagai hasil dari komitmen terhadap mutu, seluruh program studi di bawah Jurusan Keperawatan, yaitu Program Diploma Tiga Keperawatan, Program Sarjana Terapan Keperawatan, Program Pendidikan Profesi Ners, dan Program Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, telah memperoleh status Akreditasi Unggul dari lembaga akreditasi yang berwenang. Pencapaian ini mencerminkan pengakuan eksternal terhadap kualitas tata kelola, proses pembelajaran, sumber daya, serta capaian lulusan.

F. Penguatan Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana

Pengembangan mutu pendidikan di Jurusan Keperawatan didukung oleh penguatan sumber daya manusia yang terencana dan berkelanjutan. Dosen sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan terus didorong untuk meningkatkan kualifikasi akademik, kompetensi profesional, serta kapasitas pedagogik melalui studi lanjut, pelatihan, sertifikasi, dan partisipasi dalam kegiatan ilmiah.

Selain peningkatan kompetensi dosen, pengembangan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas dalam mendukung efektivitas layanan akademik dan administrasi. Pelatihan manajemen pendidikan, teknologi informasi, serta pelayanan prima dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas layanan kepada sivitas akademika.

Dalam aspek sarana dan prasarana, Jurusan Keperawatan secara berkelanjutan melakukan pengembangan fasilitas pembelajaran. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas representatif, laboratorium keterampilan klinik, laboratorium komputer, perpustakaan digital, ruang diskusi, serta sistem pembelajaran daring terintegrasi. Penguatan fasilitas ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan berbasis teknologi.

Optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana dilakukan melalui sistem pemeliharaan rutin, evaluasi kebutuhan, serta pengembangan berbasis perencanaan strategis. Dengan demikian, ketersediaan fasilitas dapat terus mendukung pencapaian capaian pembelajaran lulusan secara optimal.

G. Kontribusi Lulusan, Jejaring Kerja Sama, dan Dampak Institusional

Lulusan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado telah memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan pelayanan kesehatan di tingkat lokal, regional, dan nasional. Alumni bekerja pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, serta organisasi nonpemerintah di bidang kesehatan.

Kinerja lulusan menunjukkan tingkat adaptabilitas, profesionalisme, dan kompetensi yang tinggi. Hal ini tercermin dari tingkat serapan kerja yang baik, umpan balik positif dari pengguna lulusan, serta keterlibatan alumni dalam berbagai program pembangunan kesehatan. Hasil tracer study secara periodik digunakan sebagai bahan evaluasi relevansi kurikulum dan penguatan pembelajaran.

Dalam mendukung tridarma perguruan tinggi, Jurusan Keperawatan menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Kerja sama meliputi penyediaan wahana praktik, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum.

Jejaring kerja sama ini berkontribusi terhadap peningkatan mutu akademik, perluasan akses pembelajaran, serta penguatan daya saing lulusan. Selain itu, kolaborasi dengan institusi pelayanan kesehatan memperkuat peran jurusan dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi.

H. Tantangan, Inovasi, dan Strategi Pengembangan Berkelanjutan

Dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, serta tuntutan global profesi keperawatan, Jurusan Keperawatan dihadapkan pada berbagai tantangan strategis. Tantangan tersebut meliputi adaptasi terhadap digitalisasi pembelajaran, peningkatan daya saing internasional, serta penguatan riset terapan berbasis kebutuhan masyarakat.

Sebagai respons, jurusan mengembangkan berbagai inovasi, antara lain penerapan pembelajaran berbasis teknologi, penguatan sistem e-learning, pengembangan modul digital, serta integrasi simulasi klinik dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan Outcome-Based Education terus diperkuat untuk memastikan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan secara terukur.

Strategi pengembangan jangka menengah dan panjang diarahkan pada peningkatan kualitas riset terapan, internasionalisasi program, penguatan pusat unggulan keperawatan komunitas, serta pengembangan kurikulum adaptif berbasis kebutuhan industri kesehatan. Seluruh strategi tersebut dituangkan dalam dokumen perencanaan institusional yang terintegrasi.

I. Simpulan

Perjalanan Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado menunjukkan proses pengembangan institusi yang sistematis, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Dimulai dari pendirian Akademi Keperawatan pada tahun 1983, transformasi menjadi jurusan pada tahun 2001, hingga pengelolaan empat program studi terakreditasi unggul, jurusan ini telah membangun fondasi kelembagaan yang kuat.

Dengan dukungan sistem penjaminan mutu yang konsisten, sumber daya manusia yang kompeten, sarana prasarana yang memadai, serta jejaring kerja sama yang luas, Jurusan Keperawatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menghasilkan lulusan unggul, dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan kesehatan nasional secara berkelanjutan.