Audiensi Strategis Bersama BAPPELITBANGDA Minahasa, Jurusan Keperawatan Bahas Pengembangan Teknologi Kesehatan

Kolaborasi Strategis Menuju Transformasi Digital Kesehatan dan Penguatan Pelayanan Preventif di Kabupaten Minahasa

jurkeppolkesdo.my.id!, 4 Mei 2026 — Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado melaksanakan audiensi dan pertemuan singkat bersama BAPPELITBANGDA Minahasa dalam rangka membahas rencana kerjasama pengembangan dan implementasi aplikasi kesehatan digital “BAKU KASE INGA’”. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara institusi pendidikan kesehatan, pemerintah daerah, dan sektor pelayanan kesehatan dalam mendukung transformasi digital kesehatan di Kabupaten Minahasa.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, Semuel Tambuwun, SKM.,M.Kes, didampingi oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Jurusan Keperawatan, Rommy Watuseke,S.Si.,M.Si.

Dari pihak BAPPELITBANGDA Minahasa, audiensi dihadiri oleh perwakilan Bidang Penelitian dan Pengembangan serta Subbagian Program, Keuangan, dan Pelaporan. Pertemuan tersebut membahas potensi kolaborasi antara BAPPELITBANGDA Minahasa, Dinas Kesehatan Minahasa, dan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado dalam mendukung inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi.

Fokus utama pembahasan adalah pengembangan aplikasi “BAKU KASE INGA’”, sebuah inovasi digital kesehatan yang dirancang oleh Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai media edukasi masyarakat sekaligus sarana deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus dan Hipertensi yang hingga saat ini masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Dalam pemaparannya, pihak Jurusan Keperawatan menjelaskan bahwa aplikasi “BAKU KASE INGA’” dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengendalian faktor risiko PTM, serta penguatan perilaku hidup sehat melalui pendekatan digital yang mudah diakses masyarakat.

Ketua Jurusan Keperawatan, Semuel Tambuwun, menegaskan bahwa pengembangan inovasi digital kesehatan merupakan bagian dari komitmen institusi pendidikan kesehatan dalam mendukung agenda transformasi kesehatan nasional.

“Perguruan tinggi kesehatan memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Aplikasi ‘BAKU KASE INGA’’ diharapkan menjadi media edukasi dan deteksi dini yang mampu membantu masyarakat mengenali risiko Diabetes Melitus dan Hipertensi sejak awal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inovasi tersebut sejalan dengan semangat tagline Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, yakni “Smart Campus to Drive Innovation”, yang menekankan pentingnya pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan mengenai rencana implementasi awal aplikasi di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Kabupaten Minahasa. Puskesmas yang direncanakan menjadi patron awal uji coba implementasi aplikasi adalah Puskesmas Tumaratas.

Tahapan uji coba tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi efektivitas aplikasi dalam mendukung pelayanan promotif dan preventif di masyarakat. Selain itu, implementasi aplikasi diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat secara lebih modern, cepat, dan terintegrasi.

Rommy Watuseke selaku perwakilan Unit Penelitian dan P2M Jurusan Keperawatan menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan inovasi kesehatan digital.

“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kekuatan utama dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi,” ungkapnya.

Audiensi tersebut juga membahas potensi pengembangan aplikasi dalam mendukung program deteksi dini PTM di tingkat masyarakat, terutama dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terhadap Diabetes Melitus dan Hipertensi. Penyakit tidak menular saat ini diketahui menjadi penyebab utama berbagai komplikasi kesehatan yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat apabila tidak dikendalikan sejak dini.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, aplikasi “BAKU KASE INGA’” diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk dalam memberikan edukasi kesehatan, pengingat pemeriksaan kesehatan rutin, serta informasi faktor risiko penyakit tidak menular secara berkelanjutan.

Selain menjadi media edukasi kesehatan, aplikasi tersebut juga dirancang untuk mendukung penguatan pelayanan promotif dan preventif yang saat ini menjadi fokus utama transformasi sistem kesehatan Indonesia. Kehadiran inovasi digital seperti “BAKU KASE INGA’” dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat layanan kesehatan primer berbasis teknologi.

Apabila memperoleh persetujuan dan dukungan lintas sektor, aplikasi ini direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada November 2026 bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional 2026 tingkat Kabupaten Minahasa. Momentum tersebut diharapkan menjadi simbol kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Hasil dari audiensi tersebut menghasilkan komunikasi awal kerjasama yang positif antara seluruh pihak terkait. Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas tahapan teknis implementasi, termasuk penyusunan proposal resmi kepada BAPPELITBANGDA Minahasa sebagai bagian dari proses pengembangan program secara terstruktur dan berkelanjutan.

Pertemuan ini sekaligus memperlihatkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pelayanan kesehatan berbasis inovasi digital di Sulawesi Utara. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu menghadirkan solusi kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern.

Melalui semangat “Smart Campus to Drive Innovation”, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang aktif mendorong transformasi kesehatan berbasis riset, inovasi digital, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, berbagai inovasi kesehatan digital diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Utara secara berkelanjutan. (Press Jurkep Polkesdo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *