Bersama Cegah Risiko Stunting, Masyarakat Desa Silian Satu Ikuti Edukasi dan Simulasi Stimulasi Anak

Jurkeppolkesdo.my.id! MINAHASA TENGGARA – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tumbuh kembang anak terus dilakukan melalui edukasi kesehatan yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Edukasi dan Pendampingan tentang Stimulasi Perkembangan Anak dengan Risiko Stunting” yang dilaksanakan di Desa Silian Satu, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kegiatan tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak, khususnya bagi anak yang memiliki risiko stunting. Edukasi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan pemutaran video serta praktik dan simulasi stimulasi perkembangan anak.

Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami penerapannya melalui pengalaman praktik secara langsung.

Pengetahuan Peserta Meningkat Setelah Edukasi

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi dan pendampingan.

Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 62,67. Setelah mengikuti rangkaian edukasi, video, praktik, dan simulasi, rata-rata skor pengetahuan pada post-test meningkat menjadi 86,67.

Dengan demikian, terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 24 poin setelah kegiatan edukasi.

Hasil analisis juga menunjukkan p-value sebesar 0,0001. Nilai tersebut menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah peserta mengikuti kegiatan edukasi.

Evaluasi PengetahuanJumlah PesertaMeanP-value
Pre-test3062,67
Post-test3086,670,0001

Data tersebut memberikan gambaran bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan di Desa Silian Satu diikuti oleh peningkatan pengetahuan peserta mengenai stimulasi perkembangan anak.

Edukasi Dikemas dengan Ceramah, Video, dan Simulasi

Kegiatan edukasi dirancang dengan pendekatan yang lebih interaktif. Materi tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi diperkuat dengan penggunaan video dan praktik atau simulasi.

Melalui metode tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami materi sekaligus melihat contoh penerapan stimulasi perkembangan anak. Praktik secara langsung juga memberikan ruang kepada peserta untuk mencoba teknik stimulasi yang sesuai dengan kelompok usia anak.

Pendekatan pembelajaran yang melibatkan peserta secara aktif diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa stimulasi perkembangan anak merupakan bagian dari perhatian terhadap tumbuh kembang yang dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga.

Kehadiran orang tua bersama anak-anak dalam kegiatan juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan anak.

Masyarakat Tidak Hanya Menjadi Penerima Informasi

Kegiatan ini menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai penerima informasi kesehatan, tetapi juga sebagai peserta yang terlibat dalam proses pembelajaran.

Peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti penyampaian materi, menyaksikan media video, berdiskusi, serta mengikuti praktik dan simulasi. Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai stimulasi perkembangan anak dapat dipahami melalui berbagai bentuk pengalaman belajar.

Peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62,67 pada pre-test menjadi 86,67 pada post-test menjadi salah satu indikator perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan metode visual dan praktik dapat menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai tumbuh kembang anak.

Pendampingan Dilanjutkan melalui Grup WhatsApp

Edukasi tidak berhenti setelah kegiatan tatap muka selesai. Tim pengabdi melanjutkan proses pendampingan melalui Grup WhatsApp yang melibatkan masyarakat.

Pemanfaatan media komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan komunikasi antara tim pengabdi dan peserta. Melalui grup tersebut, komunikasi dapat tetap dilakukan setelah kegiatan edukasi dan simulasi berakhir.

Pendampingan berkelanjutan menjadi penting karena perhatian terhadap tumbuh kembang anak merupakan proses yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga membutuhkan pemahaman dan perhatian yang terus menerus dalam memberikan stimulasi kepada anak.

Dengan adanya komunikasi lanjutan, edukasi yang telah diberikan diharapkan dapat tetap menjadi bagian dari perhatian keluarga dan masyarakat.

Libatkan Unsur Kesehatan dan Pemerintahan Desa

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut juga melibatkan unsur kesehatan dan pemerintahan desa.

Dalam dokumen kegiatan tercatat kehadiran Kepala Puskesmas Silian, dr. Winda Tanuli; Hukum Tua, Fenly Menteng; Kepala BPD Desa Silian Satu; serta tim pengabdi.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak di lingkungan masyarakat.

Persoalan tumbuh kembang dan risiko stunting tidak hanya berkaitan dengan keluarga. Peran tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat juga diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan perkembangan anak.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan unsur kesehatan dan pemerintahan di tingkat lokal.

Stimulasi Perkembangan Anak Menjadi Perhatian Bersama

Stimulasi perkembangan anak merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses tumbuh kembang. Karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai cara memberikan stimulasi menjadi bagian penting dalam edukasi kesehatan keluarga.

Kegiatan di Desa Silian Satu menggabungkan beberapa metode pembelajaran, mulai dari ceramah, pemutaran video, praktik, hingga simulasi. Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada peserta.

Hasil evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Skor rata-rata yang sebelumnya berada pada angka 62,67 meningkat menjadi 86,67, dengan hasil analisis menunjukkan p-value 0,0001.

Temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti intervensi edukasi.

Membangun Kepedulian dari Lingkungan Keluarga dan Masyarakat

Upaya pencegahan risiko stunting membutuhkan perhatian berbagai pihak. Dalam kegiatan di Desa Silian Satu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak sebagai bagian dari perhatian terhadap tumbuh kembang.

Pendekatan yang digunakan juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti video, praktik, dan simulasi.

Melalui proses tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memberikan stimulasi perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan kebersamaan antara tim pengabdi dan masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Suasana interaksi yang terbangun menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Dari Edukasi Menuju Pendampingan

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Silian Satu memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan dapat dikembangkan melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Ceramah menjadi sarana penyampaian materi, video memberikan dukungan visual, sementara praktik dan simulasi memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Selanjutnya, pendampingan melalui Grup WhatsApp menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan komunikasi.

Hasil evaluasi terhadap 30 peserta menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 24 poin, dari 62,67 sebelum edukasi menjadi 86,67 setelah edukasi. Hasil analisis dengan p-value 0,0001 menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran hasil pelaksanaan edukasi dan pendampingan yang dilakukan kepada masyarakat Desa Silian Satu.

Pada akhirnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa. Edukasi yang dilanjutkan dengan praktik, simulasi, serta pendampingan diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan anak, terutama anak dengan risiko stunting.

Kegiatan di Desa Silian Satu menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan yang menempatkan stimulasi perkembangan anak sebagai perhatian bersama. Dengan meningkatnya pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan, edukasi kesehatan diharapkan dapat terus berlanjut melalui keterlibatan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *