Pemberdayaan Kader Berbasis WhatsApp Dorong Penguatan Manajemen Hipertensi di Mandolang

MINAHASATim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado melakukan pemberdayaan 40 kader kesehatan melalui kegiatan bertema “Inovasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Berbasis WhatsApp” di Kantor Hukum Tua Kalasey I, Kecamatan Mandolang, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan manajemen hipertensi di Posbindu PTM wilayah kerja Puskesmas Tateli, dengan memanfaatkan WhatsApp sebagai media komunikasi, edukasi, koordinasi, dan pendampingan kader secara berkelanjutan.

Sebanyak 40 kader kesehatan yang mengikuti kegiatan merupakan perwakilan dari desa-desa di Kecamatan Mandolang. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai masalah kesehatan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, manajemen hipertensi, hingga keterampilan implementasi pengukuran tekanan darah.

Pendekatan pemberdayaan yang dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas kader agar mampu mendukung kegiatan Posbindu PTM di lingkungan masing-masing.

Kegiatan dibuka melalui sambutan sekaligus pembukaan oleh Hukum Tua Kalasey I, Ibu Lelly Tonggari. Dukungan pemerintah desa tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, kader kesehatan, Puskesmas Tateli, sivitas akademika, dan mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular.

Tiga Materi untuk Memperkuat Kapasitas Kader

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado menghadirkan tiga materi yang disusun secara berkesinambungan, mulai dari pemahaman mengenai kondisi hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tateli, pengelolaan hipertensi, hingga keterampilan praktis dalam melakukan pengukuran tekanan darah.

Materi pertama disampaikan oleh drg. Natanael Krones, Kepala Puskesmas Tateli, dengan topik “Gambaran Masalah Kesehatan PTM (Hipertensi) di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli.”

Melalui materi tersebut, kader mendapatkan gambaran mengenai permasalahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, dalam konteks wilayah pelayanan Puskesmas Tateli. Pemahaman terhadap kondisi kesehatan di wilayah menjadi dasar penting bagi kader untuk melihat kebutuhan masyarakat serta memahami perannya dalam mendukung deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular.

Materi berikutnya adalah “Manajemen Hipertensi” yang disampaikan oleh Ni Luh Jayanthi Desyani, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB.

Materi ini diarahkan untuk memperkuat pengetahuan kader mengenai berbagai aspek pengelolaan hipertensi, termasuk pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala, pengenalan faktor risiko, pola hidup sehat, kepatuhan terhadap pengobatan, serta tindak lanjut melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

Kader juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, pembatasan konsumsi garam, tidak merokok, pengelolaan stres, serta kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi.

Kader Diperkuat dengan Keterampilan Pengukuran Tekanan Darah

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi “Implementasi Pengukuran Tekanan Darah” yang disampaikan oleh Maitha A. W. Keloay, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado.

Materi tersebut memberikan penguatan pada aspek keterampilan kader dalam memahami dan melaksanakan pengukuran tekanan darah sesuai prosedur yang diberikan. Penguasaan keterampilan tersebut penting karena kader Posbindu PTM berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular.

Rangkaian tiga materi tersebut memberikan pendekatan pembelajaran yang saling melengkapi. drg. Natanael Krones memberikan perspektif mengenai gambaran masalah kesehatan PTM di wilayah kerja Puskesmas Tateli, Ni Luh Jayanthi Desyani memperkuat pemahaman tentang manajemen hipertensi, sedangkan Maitha A. W. Keloay memberikan penguatan keterampilan implementasi pengukuran tekanan darah.

WhatsApp Didorong sebagai Media Pemberdayaan

Selain pembekalan secara tatap muka, inovasi utama kegiatan terletak pada pemanfaatan WhatsApp sebagai media pemberdayaan kader kesehatan.

Bagi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, pemanfaatan WhatsApp diarahkan sebagai media pendukung komunikasi, edukasi, koordinasi, dan pendampingan kader setelah kegiatan tatap muka berlangsung.

Melalui media tersebut, kader dapat memperoleh informasi kesehatan, berbagi materi edukasi mengenai hipertensi, melakukan koordinasi kegiatan Posbindu PTM, serta berkomunikasi dengan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan kegiatan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan proses pemberdayaan. Kader tidak hanya memperoleh pengetahuan ketika mengikuti kegiatan secara langsung, tetapi juga memiliki saluran komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kesehatan di masyarakat.

Pemanfaatan WhatsApp tetap ditempatkan sebagai media pendukung, bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan oleh tenaga kesehatan.

Pemeriksaan Tekanan Darah dan Penyerahan Alat

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada kader untuk melihat secara langsung penerapan materi yang telah diberikan.

Selain itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado membagikan buku modul kepada para kader sebagai bahan pembelajaran.

Dukungan lainnya berupa penyerahan alat pengukuran tekanan darah secara simbolis kepada salah satu kader kesehatan. Pemberian alat tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan Posbindu PTM dan membantu penguatan kapasitas kader dalam mendukung pemantauan tekanan darah masyarakat sesuai peran dan kewenangannya.

Kegiatan turut melibatkan perwakilan mahasiswa Jurusan Keperawatan yang membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mempertemukan proses pendidikan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Jurusan Keperawatan Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado ini diketuai oleh Maitha A. W. Keloay, S.Kep., Ns., M.Kep., dengan anggota Ni Luh Jayanthi Desyani, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB.; Rommy David Watuseke, S.Si., M.Si.; Viktor N.A. Tampi, S.Kep., M.Kes.; Theresia F.F. Pinontoan, S.Kep., Ners.; Conny J. Wewengkang, S.Kep.; Golden Putra Firdaus Wenas, S.Tr.Kep., Ns.; dan Chrisna, S.Tr.Kes., M.Kes.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, Puskesmas Tateli, pemerintah desa, kader kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat.

Keterlibatan Drs. Natanael Krones selaku Kepala Puskesmas Tateli sebagai salah satu pemateri juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan dalam konteks pemberdayaan masyarakat.

Bagi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika dalam mengimplementasikan ilmu keperawatan dan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dengan berbagai unsur di tingkat komunitas.

Melalui kegiatan ini, kader mendapatkan tiga penguatan utama, yakni pemahaman mengenai masalah hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tateli, pengetahuan tentang manajemen hipertensi, serta keterampilan implementasi pengukuran tekanan darah. Ketiga aspek tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi dan pendampingan.

Ke depan, pemberdayaan kader berbasis WhatsApp diharapkan dapat mendukung kesinambungan edukasi, komunikasi kesehatan, pemantauan tekanan darah, dan koordinasi kegiatan Posbindu PTM di Kecamatan Mandolang.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi kader sebagai mitra masyarakat dan penggerak edukasi kesehatan dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, di wilayah kerja Puskesmas Tateli. (Press Jurkep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *