Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para kader untuk melihat sekaligus mempraktikkan secara langsung penerapan materi yang telah diberikan selama pelatihan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Inovasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Berbasis WhatsApp tentang Manajemen Hipertensi di Posbindu PTM Wilayah Kerja Puskesmas Tateli” yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
Program menyasar 40 orang kader kesehatan yang bertugas di Posbindu PTM, dengan Puskesmas Tateli sebagai mitra teknis dan Pemerintah Desa Kalasey Satu sebagai mitra administratif. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan blended learning, yakni memadukan edukasi melalui WhatsApp dengan pertemuan tatap muka, ceramah, demonstrasi, serta praktik langsung pengukuran tekanan darah menggunakan alat digital.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi kader setelah mengikuti rangkaian intervensi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, menggunakan kuesioner pengetahuan sebanyak 25 soal benar-salah dan checklist observasi keterampilan yang terdiri atas 23 langkah pengukuran tekanan darah sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pada aspek pengetahuan, rata-rata skor kader meningkat dari 12,03 sebelum pelatihan menjadi 20,45 setelah pelatihan. Peningkatan tersebut mencapai 70,1 persen, dengan perubahan kategori dari kurang menjadi baik.
Sementara itu, pada aspek keterampilan pengukuran tekanan darah, rata-rata skor meningkat dari 10,88 menjadi 19,43, atau mengalami peningkatan sebesar 78,6 persen. Peningkatan keterampilan yang lebih tinggi dibandingkan pengetahuan menunjukkan bahwa kombinasi teori, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan melalui WhatsApp efektif dalam membentuk kompetensi psikomotorik kader.
Perubahan kompetensi juga terlihat dari distribusi kategori kader. Sebelum pelatihan, tidak terdapat kader yang berada dalam kategori baik. Sebanyak 55 persen kader berada pada kategori kurang dalam pengetahuan, sementara 60 persen berada pada kategori kurang dalam keterampilan.
Setelah mengikuti pelatihan, kondisi tersebut berubah secara signifikan. Sebanyak 90 persen kader berhasil mencapai kategori baik, baik pada aspek pengetahuan maupun keterampilan, dan tidak terdapat lagi kader yang berada dalam kategori kurang.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan pemberdayaan yang diterapkan mampu menjangkau kader dengan tingkat kompetensi awal yang beragam. Penggunaan WhatsApp juga memberikan ruang bagi kader untuk memperoleh materi, melakukan komunikasi, serta mendapatkan pendampingan secara lebih fleksibel.
Modul dan Alat Pengukuran untuk Mendukung Kader
Selain kegiatan edukasi dan praktik, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado juga membagikan buku modul kepada para kader sebagai bahan pembelajaran dan pendamping dalam menjalankan tugas di Posbindu PTM.
Dukungan lainnya diwujudkan melalui penyerahan alat pengukuran tekanan darah secara simbolis kepada salah satu kader kesehatan. Pemberian alat tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam membantu pemantauan tekanan darah masyarakat sesuai peran dan kewenangannya.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan kader mengalami peningkatan yang cukup kuat. Sebelum pelatihan, sejumlah kesalahan masih ditemukan, terutama dalam pemilihan manset, posisi lengan, dan pembacaan hasil pengukuran. Setelah diberikan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan mandiri melalui WhatsApp, skor keterampilan meningkat dari 10,88 menjadi 19,43.
Kondisi ini menjadi penting karena kemampuan kader dalam melakukan pengukuran tekanan darah secara tepat merupakan salah satu bagian pendukung deteksi dini hipertensi di masyarakat.
Libatkan Mahasiswa dalam Pembelajaran Berbasis Pengalaman
Kegiatan turut melibatkan perwakilan mahasiswa Jurusan Keperawatan yang membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus mempertemukan proses pendidikan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana konsep keperawatan komunitas diterapkan dalam konteks pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi, Puskesmas dan Pemerintah Desa
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diketuai oleh Maitha A. W. Keloay, S.Kep., Ns., M.Kep., dengan anggota Ni Luh Jayanthi Desyani, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB.; Rommy David Watuseke, S.Si., M.Si.; Viktor N.A. Tampi, S.Kep., M.Kes.; Theresia F.F. Pinontoan, S.Kep., Ners.; Conny J. Wewengkang, S.Kep.; Golden Putra Firdaus Wenas, S.Tr.Kep., Ns.; dan Chrisna, S.Tr.Kes., M.Kes.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, Puskesmas Tateli, pemerintah desa, kader kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat.
Keterlibatan Drs. Natanael Krones selaku Kepala Puskesmas Tateli sebagai salah satu pemateri turut memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi Puskesmas Tateli dan Pemerintah Desa Kalasey Satu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pelatihan, kualitas pelayanan Posbindu meningkat, kader menjadi lebih mandiri dan proaktif, serta beban kerja tenaga kesehatan dapat berkurang. Bagi pemerintah desa, kegiatan turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini hipertensi.
Evaluasi terhadap mitra juga menunjukkan tingkat kepuasan 100 persen serta komitmen yang kuat untuk keberlanjutan program. Dukungan modul inovasi dan jaringan komunikasi melalui grup WhatsApp menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan koordinasi dan pendampingan setelah kegiatan selesai.
Tiga Aspek Kompetensi Menjadi Fokus Pemberdayaan
Bagi Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika dalam mengimplementasikan ilmu keperawatan dan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dengan berbagai unsur di tingkat komunitas.
Melalui kegiatan ini, kader memperoleh tiga penguatan utama, yaitu pemahaman mengenai masalah hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tateli, pengetahuan tentang manajemen hipertensi, serta keterampilan dalam implementasi pengukuran tekanan darah.
Ketiga aspek tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi dan pendampingan. Pendekatan ini menjadi salah satu inovasi yang memungkinkan proses edukasi dan komunikasi tetap berlangsung di luar pertemuan tatap muka.
Ke depan, pemberdayaan kader berbasis WhatsApp diharapkan dapat mendukung kesinambungan edukasi, komunikasi kesehatan, pemantauan tekanan darah, dan koordinasi kegiatan Posbindu PTM di Kecamatan Mandolang.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat posisi kader sebagai mitra masyarakat dan penggerak edukasi kesehatan dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, di wilayah kerja Puskesmas Tateli.


