Dorong Hilirisasi Riset, Poltekkes Kemenkes Manado Luncurkan SKI dan Jalin Kerja Sama dengan Kemenkum Sulut

Manado — Poltekkes Kemenkes Manado resmi meluncurkan Sentra Kekayaan Intelektual (SKI) sekaligus melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara dalam sebuah kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, pukul 10.30 WITA di Aula Bunaken Lantai 3 Direktorat Poltekkes Kemenkes Manado. Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi serta pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di lingkungan perguruan tinggi vokasi kesehatan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana formal dan akademik ini diawali dengan laporan sekaligus pembukaan oleh Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Manado, Dr. Muksin Pasambuna, S.Pd., M.Si, yang juga memimpin jalannya acara. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa pembentukan SKI merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong peningkatan kualitas inovasi sivitas akademika. Ia menyampaikan secara langsung, “Eksistensi SKI Poltekkes Kemenkes Manado yg baru di lounching sebagai bentuk dukungan institusi untuk meningkatkan inovasi bagi dosen dan tendik.. kedepannya juga untuk menjembatani tugas akhir skripsi para mahasiswa tetap terjaga kualitas dan keterjaminan intelektualitas yg dihasilkan dengan perjuangan yg tdk mudah. Totalitas program SKI menjadikan ruang kemudahan pengurusan berbagai hal dari intelektual civitas akademika yang ada.”

Pelaksanaan launching SKI dirangkaikan dengan penandatanganan MoU secara seremonial antara pihak Poltekkes Kemenkes Manado dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara. Penandatanganan ini disaksikan oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling, S.H., M.H., Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Marsono, S.H., M.Si, serta Pelaksana Harian Direktur Poltekkes Kemenkes Manado yang juga Wakil Direktur I Bidang Akademik, Steven Soenjono, SKM, M.Sc didampingi Wadir III Bidang Kemahasiswaan Dr. Dra. Linda Makalew, M.Kes. Hadir pula para direktur rumah sakit, kepala puskesmas di Kota Manado, stakeholder, mitra institusi, alumni, purna tugas, hingga tenaga outsourcing yang turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

Dalam rangkaian acara, ditampilkan pula berbagai produk inovasi dosen yang telah tersertifikasi HKI sebagai bentuk konkret capaian akademik dan riset terapan yang dihasilkan oleh Poltekkes Kemenkes Manado. Produk-produk tersebut mencerminkan potensi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kesehatan yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan pada hilirisasi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Manado dalam membangun sistem pengelolaan HKI yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa keberadaan SKI akan menjadi simpul penting dalam mendorong peningkatan jumlah pendaftaran kekayaan intelektual, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dalam mendukung kebijakan nasional di bidang inovasi.

Sementara itu, Atik Purwandari, SKM, M.Kes dalam pernyataannya kepada media disela-sela penayangan produk-produk hasil inovasi dosen-dosen Poltekkes Kemenkes Manado, menegaskan pentingnya HKI sebagai luaran strategis dari kegiatan akademik. Ia menyampaikan, “Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu luaran dari kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah dihasilkannya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk hak cipta dan merek.”

Pembentukan SKI sendiri dilandasi oleh kebutuhan akan adanya pusat layanan yang terstruktur dalam pengelolaan HKI di lingkungan kampus. Secara substantif, SKI berfungsi sebagai pusat fasilitasi pendaftaran, perlindungan, hingga komersialisasi karya intelektual yang dihasilkan oleh dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Langkah ini juga sejalan dengan berbagai regulasi nasional, termasuk undang-undang terkait paten, hak cipta, merek, serta kebijakan pemerintah mengenai hilirisasi riset dan inovasi.

Lebih jauh, kehadiran SKI diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan karya intelektual, sekaligus mendorong terciptanya budaya inovasi yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, kerja sama lintas institusi yang diinisiasi melalui MoU ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendampingan hukum, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang HKI.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan cenderamata serta distribusi produk inovasi kepada para stakeholder sebagai simbol apresiasi dan bentuk diseminasi hasil karya akademik. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang menegaskan semangat kolaboratif seluruh pihak yang terlibat.

Dengan diluncurkannya SKI dan terjalinnya kemitraan strategis ini, Poltekkes Kemenkes Manado menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berperan aktif dalam mendukung ekosistem inovasi nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Press Jurkep)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *